Ivanka Trump Berpotensi Jadi Presiden Bank Dunia

Tags

, , ,

Foto: Getty ImagesEquity World Medan -Posisi Presiden Bank Dunia kini masih kosong setelah ditinggal oleh Jim Yong Kim yang mengundurkan diri kemarin. Ada salah satu nama yang disebut-sebut potensial menduduki posisi itu, yakni Ivanka Trump.

Melansir Australian Financial Review, Senin (14/1/2019), nama-nama lain yang juga masuk dalam daftar potensial adalah pejabat tinggi Departemen Keuangan AS David Malpass, Mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, dan Kepala Badan Pembangunan Internasional AS Mark Green.

Kim sendiri mundur setelah enam tahun memimpin bank yang berbasis di Washington. Dia dinominasikan untuk masa jabatan pertama dan kedua oleh Presiden Barack Obama.

Presiden Donald Trump juga diyakini memiliki pengaruh kuat dalam memilih penerus Jim Yong Kim. Sebab AS memegang saham pengendali hak suara Bank Dunia. Presiden bank secara tradisional adalah orang Amerika yang dipilih oleh pemerintah AS.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa mereka telah menerima sejumlah rekomendasi untuk kandidat Presiden Bank Dunia dan mulai proses peninjauan internal untuk menentukan pilihannya.

Ivanka Trump sendiri adalah penasihat untuk ayahnya Donald Trump. Dia fokus untuk. menggarap isu penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, pengembangan tenaga kerja dan kewirausahaan. Dia menikah dengan Jared Kushner, yang juga penasihat Presiden Donald Trump.

Presiden Trump sendiri minggu ini menandatangani Undang-undang Kewirausahaan dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, yang didukung Ivanka.

Sementara untuk posisi Presiden Bank Dunia saat ini diisi oleh Kristalina Georgieva untuk sementara waktu hingga akhirnya ditunjuk penerus yang sah. (das/zlf)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Advertisements

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 14.065

Tags

, , ,

Foto: Grandyos ZafnaEquity World Medan -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di angka Rp 14.065. Berdasarkan data perdagangan Reuters yang dikutip Senin (14/1/2019), dolar AS terpantau bergerak menguat dari level Rp 14.000 hingga Rp 14.065.

Pergerakan dolar AS pagi hari ini terpantau cukup volatile. Dolar AS bergerak naik turun dari posisi Rp 14.000 hingga RP 14.065. Jika ditarik dalam lima hari terakhir, posisi dolar AS cukup stabil di rentang angka Rp 14.000 hingga Rp 14.175.

Adapun posisi rupiah pagi ini tercatat melemah pada semua mata uang negara utama dunia.

Dari data RTI, mata uan yang menekan rupiah paling dalam adalah british pound sebesar 55 poin. Kemudian disusul euro, swiss franc dan dolar AS.

Rupiah juga menjadi mata uang paling dalam yang ditekan dolar AS pagi ini. Dengan depresiasi 35 poin, rupiah tercatat sebagai mata uang paling lemah terhadap dolar AS pagi ini disusul korean won, dolar taiwan dan philippine peso.

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Bunga Penjaminan LPS Naik Jadi 7%

Tags

, , ,

Foto: Danang SugiantoEquity World Medan -Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan evaluasi dan penetapan atas tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Rapat ini menetapkan adanya kenaikan tingkat bunga penjaminan masing-masing 25 basis poin (bps) untuk simpanan rupiah dan valuta asing di bank umum dan simpanan rupiah di BPR.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menjelaskan untuk bunga penjaminan rupiah menjadi 7% dari sebelumnya 6,75%. Kemudian untuk valas 2,25% dari sebelumnya 2% dan untuk simpanan rupiah BPR 9,5% dari sebelumnya 9,25%.

“Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode tanggal 13 Januari 2019 sampai 14 Mei 2019,” kata Halim dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Halim menjelaskan kenaikan bunga acuan juga mempertimbangkan suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren meningkat merespon kenaikan suku bunga kebijakan moneter BI sepanjang Mei-November 2018.

Kemudian saat ini kondisi likuiditas relatif terjaga. “Namun terdapat risiko pengetatan yang berasal dari pertumbuhan kredit yang melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga,” ujar Halim.

Dia menambahkan kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi terjaga dengan baik di tengah mulai meredanya tekanan yang berasal dari depresiasi nilai tukar dan pasar keuangan.

Mempertimbangkan bahwa proses penyesuaian atas kenaikan suku bunga simpanan di perbankan masih terus berlangsung, maka LPS akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan data suku bunga simpanan perbankan dan melakukan evaluasi yang berkesinambungan.

Selanjutnya LPS akan melakukan penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil evaluasi atas perkembangan kondisi ekonomi serta stabilitas sistem keuangan.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. (kil/ara)
Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Sempat Melemah ke Rp 14.090, Dolar AS Menguat Lagi ke Rp 14.110

Tags

, , ,

Foto: Dolar AS/ Selfie Miftahul JannahEquity World Medan – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat mengalami penguatan pagi ini di Rp 14.090. Rupiah lebih kuat terhadap dolar AS dibanding posisi kemarin sore yang ada di Rp 14.140.

Namun, laju penguatan tertahan, karena dolar AS kembali menekan rupiah.

Mengutip Reuters perdagangan pagi dolar AS dibuka di level Rp 14.090. Kemudian terus ditekan oleh rupiah hingga ke posisi Rp 13,986. Namun setelah itu kembali tertekan dan kembali ke posisi Rp 14.100.

Selanjutnya dolar AS menyentuh posisi Rp 14.110. Hingga pukul 9.43 WIB pagi ini dolar AS betah bertengger di posisi Rp 14.115.

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Lanjutkan Penguatan, IHSG Pagi Ini Dibuka Positif ke 6.295

Tags

, , ,

Foto: Ari SaputraEquity World Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau. IHSG mebuka perdagangan saham pagi ini dengan penguatan ke 6.295.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini ini sudah berada di level Rp 14.015. Rupiah perkasa terhadap dolar AS dibanding kemarin yang berada di Rp 14.085.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 5,039 poin (0,08%) ke 6.292,266. Indeks LQ45 juga bertambah 10,764 poin (1,07%) ke 1.012,403.

Membuka perdagangan, Slasa (8/1/2019), IHSG melanjutkan penguatan 5,085 poin (0,09%) ke level 6.295,926. Indeks LQ45 juga naik 10,764 poin (0,14%) ke 1.004,403.

Indeks utama bursa saham AS kompak ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones menguat 3.29%, S&P naik 3.43% dan Nasdaq terangkat 4.26%.

Penguatan terjadi seiring dengan rilisnya data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan kekuatan ekonomi serta adanya pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa bank sentral AS akan sabar dengan kebijakan moneternya.

Saham bursa saham AS menguat hingga di atas 3% pasca Powell mampu meyakinkan pelaku pasar bahwa kebijakan Federal Reserve akan lebih memperhatikan aktivitas pasar serta akan fleksibel dalam memutuskan kenaikan suku bunga di masa depan.

Sementara itu bursa saham Asia mayoritas bergerak positif pagi ini. Berikut pergerakannya:

Indeks Nikkei 225 naik 2,99% ke 20.147,8
Indeks Hang Seng naik 1,07% ke 25.900,6
Indeks Komposit Shanghai naik 0,39% ke 2.524,87
Indeks Strait Times naik 1,54% ke 3.100,40

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Rupiah Makin Perkasa, Dolar AS Ditekuk ke Rp 14.090

Tags

, , ,

Equity World Medan -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Rupiah berhasil menekuk mata uang Paman Sam tersebut hingga Rp 14.080.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (7/1/2018). Dolar AS tercatat bergerak pada rentang Rp 14.090 hingga Rp 14.080.

Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (4/1) yang bergerak di angka Rp 14.225-an.

Sementara data RTI, rupiah menunjukkan penguatan terhadap mata uang negara utama dunia. British pound, dolar AS dan euro menjadi tiga mata uang terbesar yang berhasil ditekuk.

Sedangkan dolar AS sendiri, selain terhadap rupiah juga gagal menguat terhadap Thailand baht, chinese yuan, hingga malaysian ringgit. Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang korean won, japanese yen dan philippine peso. (dna/zlf)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Rupiah Berotot, Dolar AS Ditekuk ke Rp 14.330

Tags

, , ,

Foto: Agung PambudhyEquity World Medan -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Rupiah berhasil menekuk mata uang Paman Sam tersebut hingga 75 poin ke posisi Rp 14.330.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (4/1/2018). Dolar AS tercatat bergerak dari level Rp 14.330 hingga Rp 14.405.

Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat dibandingkan pembukaan perdagangan Kamis (3/1) kemarin yang bergerak di angka Rp 14.480-an. Penguatan rupiah berbanding terbalik dengan IHSG yang justru berada di zona merah.

Sementara data RTI, rupiah menunjukkan penguatan terhadap mata uang negara utama dunia. British pound, dolar AS dan euro menjadi tiga mata uang terbesar yang berhasil ditekuk.

Sedangkan dolar AS sendiri, selain terhadap rupiah juga gagal menguat terhadap Thailand baht, chinese yuan, hingga malaysian ringgit. Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang korean won, japanese yen dan philippine peso.
(eds/eds)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

IHSG Lanjutkan Penguatan ke 6.197

Tags

, , ,

Foto: Rengga SancayaEquity World Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif hingga sesi I perdagangan siang ini. IHSG menguat 16,471 poin (0,26%) ke level 6.197,646.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah siang ini berada di level Rp 14.454.

Pada perdagangan pre opening, IHSG melemah 5,023 poin (0,08%) ke 6.176,152. Indeks LQ45 juga berkurang 1,255 poin (0,13%) ke 983,091.

Membuka perdagangan, Kamis (3/1/2019), IHSG berbalik menguat 11,838 poin (0,19%) ke level 6.193,969. Indeks LQ45 juga bertambah 2,042 poin (0,22%) ke 986,509.

Pada pukul 09.05 JATS, IHSG menguat 22,399 poin (0,36%) ke 6.205,940. Indeks LQ45 juga bertambah 4,2 poin (0,47%) ke 988,945.

Hingga akhir sesi I, IHSG ditutup menguat 16,47 poin (0,26%) ke level 6.197,646. Sementara indeks LQ45 naik 0,4 poin (0,04%) ke level 987,748.

Perdagangan saham terpantau moderat dengan jumlah volume transaksi 5,4 miliar saham senilai Rp 3,4 triliun. Sebanyak 209 saham menguat, 154 saham turun dan 129 saham tak berubah.

Sementara pada perdagangan awal tahun, bursa saham AS kompak ditutup dalam teritori positif meskipun cenderung bergerak terbatas. Indeks Dow Jones naik tipis 0,08%, S&P menguat 0,13%, dan Nasdaq terangkat 0,46%.

Terbatasnya pergerakan indeks tersebut salah satunya dikarenakan kekhawatiran pasar terkait ketidakpastian arah kesepakatan AS dan China. Selain itu rilisnya data Market Manufacturing PMI Final AS bulan Desember yang turun ke level 53,8 dari sebelumnya di level 53,9 mengindikasikan masih belum adanya pertumbuhan signifikan pada industri manufaktur AS.

Adapun pemberat indeks lainnya juga berasal dari pemangkasan forecasting pendapatan Apple seiring melemahnya permintaan iPhone.

Sementara itu bursa saham Asia bergerak mayoritas negatif siang ini. Berikut pergerakannya:
Indeks Nikkei 225 masih libur
Indeks Hang Seng turun 0,28% ke 25.058,8
Indeks Komposit Shanghai turun 0,01% ke 2.464,93
Indeks Strait Times turun 0,77% ke 3.015,4

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Inti Bangun Sejahtera (IBST) naik Rp 550 ke Rp 8.650, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 46.950, Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 475 ke Rp 7.425, Indocement Tunggal (INTP) naik Rp 300 ke Rp 18.400.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 82.225, Sat Nusapersada (PTSN) turun Rp 480 ke Rp 1.470, Phapros (PEHA) turun Rp 360 ke Rp 3.150, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 225 ke Rp 25.975.

Baca juga: Masuk Tahun Politik, Dolar AS Bisa Tembus Rp 15.000?
(eds/das)
Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Dolar AS Melemah Tipis ke Rp 14.560

Dolar AS/Foto: Pradita UtamaEquity World Medan – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini mereda. Dolar AS berada di level Rp 14.560.

Mengutip Reuters, Kamis (27/12/2018), dolar AS berada di level tertingginya di Rp 14.570 dan level terendahnya Rp 14.549.

Dibandingkan posisi pagi kemarin di level Rp 14.579, dolar AS sedikit mereda. Dolar AS pagi kemarin sempat menyentuh level tertingginya di Rp 14.605 dan terendahnya di Rp 14.570.

Meski mereda, tekanan dolar AS terhadap rupiah diprediksi akan terjadi menjelang tutup tahun 2018. Beragam sentimen perlu diwaspadai menjelang akhir tahun ini.

Sementara itu indeks utama bursa Wall St ditutup rebound pada perdagangan Rabu (26/12). Indeks Dow Jones naik 4,98%, S&P menguat 4,96% dan Nasdaq terangkat paling besar yakni 5,84%. Penguatan ini terjadi setelah meredanya kekhawatiran pelaku pasar atas perekonomian AS.

Hal tersebut dikarenakan laporan penjualan selama liburan Natal tahun ini merupakan yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir membuktikan daya beli yang masih sehat. (ara/ara)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar AS ‘Meroket’ ke Rp 14.510

Tags

, , ,

Equity World Medan -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini menguat. Dolar AS naik 181 poin, bergerak dari Rp 14.329 pada posisi Rabu (19/12) siang kemarin ke posisi Rp 14.510 pagi hari ini.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Kamis (20/12/2018). Penguatan dolar AS terjadi setelah bank sentral AS the Federal Reserve akhirnya menaikkan bunga acuan 25 basis points (bps) pada Rabu malam.

Dari data RTI jam 09.25 WIB, posisi rupiah menempati urutan terbawah perbandingan mata uang terhadap dolar AS. Sementara Japanese Yen dan Dolar Australia jadi dua mata uang yang berhasil unggul terhadap mata uang Paman Sam.

Sementara posisi rupiah sendiri melemah terhadap semua mata uang negara utama. British Pound dan Euro menekan rupiah paling dalam, kemudian disusul dolar AS dan Swiss Franc.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan posisi rupiah kemarin yang berhasil menekan dolar AS hingga ke level Rp 14.329.

Pelaku pasar saham di AS sendiri mengambil aksi jual setelah Federal Reserve resmi menaikkan suku bunga acuannya 25 bps ke level 2,5%.

Adapun pernyataan Federal Reserve yang menyatakan masih akan berencana menaikkan suku bunga dua kali lagi di tahun 2019 atau di bawah
target sebelumnya sebanyak 3 kali nampaknya masih belum memberikan kepuasan bagi pelaku pasar.

Hal ini dikarenakan, pasar sebelumnya telah berasumsi di tahun 2019 The Fed mampu menahan kenaikan nya di tengah perlambatan ekonomi global setidaknya hanya satu kali saja.

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan