Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Investor tampaknya merespons positif kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang tidak seketat sebagaimana yang diekspektasikan pasar sebelumnya.

PT Equityworld Futures Medan- Investor tampaknya merespons positif kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang tidak seketat sebagaimana yang diekspektasikan pasar sebelumnya.
Senin kemarin (14/9/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 2,89% ke level 5.161,82 poin dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,71 triliun, volume 13,04 miliar unit saham dan frekuensi 711.955 kali.

Tekanan jual pelaku pasar asing sedikit berkurang sebesar Rp 477,82 miliar.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia untuk mencermati perdagangan hari ini, Selasa (15/9/2020):

1.Pilih Dirut Baru, Bank Mandiri Gelar RUPSLB 21 Oktober

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 21 Oktober 2020.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Mandiri di Jakarta, Senin (14/9/2020) pemegang Saham yang berhak menghadiri Rapat adalah Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, atau sesuai dengan catatan saldo rekening efek di Penitipan Kolektif KSEI pada hari Senin, tanggal 28 September 2020 pukul 16.00 WIB.

“Sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Pasal 16 ayat 2 POJK RUPS, Pemegang Saham Perseroan baik sendiri-sendiri atau bersama-sama yang mewakili 1/20 atau lebih dari jumlah seluruh saham Perseroan berhak memberikan usulan terkait mata acara rapat.”

“Termasuk melakukan penambahan mata acara dengan ketentuan yang bersangkutan harus mengajukan secara tertulis kepada Direksi Perseroan selaku penyelenggara RUPS selambat-lambatnya 7 hari sebelum tanggal Pemanggilan Rapat atau pada hari Selasa, tanggal 22 September 2020,” ujar keterangan tersebut.

2.Pieter Tanuri Cicil Jual Saham Bali United, Dapat Berapa Ya?

Salah satu pebisnis sukses Tanah Air, Pieter Tanuri, membeli lagi saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), perusahaan pemilik klub sepak bola asal Gianyar, Bali United, eks klub Persisam Putera Samarinda.

Pembelian itu dilakukan untuk menambah porsi investasi secara langsung, kendati porsi saham Pieter sudah berkurang dibandingkan dengan posisi kuartal I-2020.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Pieter melaporkan baru saja membeli sebanyak 423.900 saham sehingga porsi sahamnya bertambah menjadi 1.307.676.420 saham (21,79%) dari sebelum transaksi yakni sebanyak 1.307.252.520 saham (21,79%).

3.Terkuak! Ada ‘Kado’ Liburan ke Jepang Buat Pejabat Jiwasraya

Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kembali digelar pada Senin ini, (14/9/2020). Dalam persidangan kali ini, tiga terdakwa duduk menjadi saksi bagi terdakwa lainnya.

Salah satu terdakwa kasus Jiwasraya, Joko Hartono Tirto yang juga Direktur PT Maxima Integra mengakui ada sejumlah fasilitas liburan bagi para pejabat Jiwasraya.

Joko menuturkan, dia memberikan fasilitas liburan ke Singapura kepada Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 dan Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, perjalanan ke Jepang. Fasilitas yang diberikan sudah meliputi tiket pesawat dan biaya menginap di hotel. Sementara itu, Syahmirwan, dikatakan Joko, mendapat fasilitas liburan ke Jepang sebanyak dua kali.

4.Bank Mesti Waspada! Utang Emiten Batu Bara Tembus Rp 94 T

Institut Ekonomi Energi dan Analisis Keuangan atau Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) melakukan review terhadap sedikitnya 11 perusahaan tambang besar di Indonesia, mayoritas tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ke-11 perusahaan batu bara besar itu yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT ABM Investama Tbk (ABMM), Geo Energy Resources (Geo Energy Group), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).

Kemudian PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Indika Energy Tbk (INDY), Golden Energy and Resources (induk PT Golden Energy Mines Tbk/GEMS), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

5.Demi Vaksin, Erick Thohir Pepet AstraZeneca, CanSino & Pfizer

Pemerintah melalui Kementerian BUMN yang dipimpin Menteri Erick Thohir mengungkapkan terus melakukan pendekatan dengan pabrikan farmasi global dalam rangka pembuatan vaksin virus corona.

“Saya hanya akan menambahkan untuk vaksin saja. Yang seperti tadi dilaporkan ke Pak Presiden [Jokowi] bahwa selain kita terus melakukan pendekatan dengan AstraZeneca, CanSino, Pfizer,” katanya didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, Senin ini (14/9/2020).

Dia mengatakan selain mendekati tiga farmasi global itu, pemerintah juga terus melakukan kerja sama dengan CEPI (Coalition for Epidemic Prepareness Inovation) dan GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization).

6.Beban Utang Tinggi, Rating WIKA Dipangkas Fitch Ratings

Lembaga rating global, Fitch Ratings, menurunkan Peringkat Jangka Panjang Mata Uang Asing dan Mata Uang Lokal Issuer Default Rating (IDR) perusahaan konstruksi milik negara, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ke ‘BB-‘ dari ‘BB’.

Pada saat bersamaan, Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang WIKA ke ‘A(idn)’, dari sebelumnya ‘AA-(idn)’. Semua peringkat ditempatkan dalam Rating Watch Negatif (RWN).

Berdasarkan keterangan resmi Fitch, penurunan peringkat mengikuti aksi revisi Fitch untuk Standalone Credit Profile (SCP) WIKA ke ‘B-‘ dan ‘BBB-(idn)’, dari ‘B’ dan ‘BBB+(idn)’, secara berurutan.

7.Plaza Indonesia Buka-bukaan Alasan Mertua Syahrini Lego Saham

Emiten pengelola mal Plaza Indonesia, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), menjelaskan alasan kenapa Direktur Utama PLIN Rosano Barack melepas seluruh kepemilikannya, langsung dan tak langsung dari perusahaan tersebut pada Agustus lalu.

Rosano yang merupakan mertua dari artis Syahrini ini melepas sebanyak 44,21 juta atau setara dengan 1,24% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh di PLIN. Jumlah penjualan tersebut praktis menjadikan seluruh kepemilikan ayah Reino Barack ini menjadi 0% di perusahaan ini.

Pelepasan saham ini dilakukan pada harga Rp 3.740/saham sehingga total nilai yang didapat dari transaksi ini mencapai Rp 165,37 miliar.

8.AJB Bumiputera Dekati Tenggat, OJK Siapkan Regulasi Baru

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan aturan baru khusus bagi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Beleid yang tengah disiapkan ini adalah aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) 87/2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama.

Berdasarkan keterangan resmi OJK, beleid baru itu dinamai Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi Berbentuk Badan Hukum Usaha Bersama, yang sudah dipublikasikan pada Senin lalu (7/9/2020).

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan OJK membuka ruang bagi publik atau masyarakat untuk memberikan tanggapan terkait dengan rancangan aturan yang tengah disiapkan tersebut

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan