Ilustrasi Rupiah dan Dollar di teller Bank Mandiri, Jakarta, Senin (07/5). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Rupiah melemah 0,32 % dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Harga jual dolar AS di  bank Mandiri Rp. 14.043. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT Equityworld Futures Medan-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs acuan Bank Indonesia (BI). Di pasar spot, rupiah yang awalnya hijau kini berubah merah.
Pada Kamis (10/9/2020), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.871. Rupiah melemah 0,12% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah dibuka menguat 0,2% ke Rp 14.750/US$. Namun itu tidak bertahan lama, karena kemudian rupiah masuk zona merah. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.790 di mana rupiah melemah 0,07%.

Mata uang Asia lainnya bergerak variatif di hadapan dolar AS. Rupiah tidak sendiri di zona merah karena ditemani oleh yuan China, yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan dolar Singapura. Namun meski depresiasinya relatif tipis, itu sudah cukup membawa rupiah menjadi yang terlemah di Asia (bersama yuan).

Sentimen negatif yang menaungi pasar keuangan Tanah Air datang dari dalam negeri. Malam tadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan kembali mengetatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak ada lagi PSBB transisi, yang ada PSBB total seperti April-Mei.

“Kita akan menarik ‘rem darurat’ yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB Transisi, tetapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu,” kata Anies.

Langkah ini diambil setelah melihat perkembangan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di ibu kota. Dengan jumlah pasien positif corona sebanyak 49.397 orang per 9 September, Jakarta menyumbang 24,3% dari keseluruhan pasien di level nasional.

PSBB total artinya Jakarta kembali seperti 2-3 bulan lalu. Perkantoran, pusat perbelanjaan, restoran, tempat wisata, dan sebagainya kembali tutup.

Pengetatan PSBB bertujuan untuk menekan jumlah pasien positif dan menyelamatkan nyawa. Bagaimana pun, kesehatan dan keselamatan jiwa adalah yang utama dan paling utama.

Namun perlu diingat bahwa PSBB sama dengan membuat ekonomi mati suri. Apalagi Jakarta adalah provinsi kontributor terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

growthBPS DKI Jakarta
Ketika penyumbang 17% itu tidak berdaya, maka pengaruhnya akan terasa. Belum lagi PSBB Jakarta tentu akan mempengaruhi daerah-daerah di sekitarnya seperti Jawa Barat dan Banten. Efeknya menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, kemungkinan Indonesia mengalami resesi semakin tinggi. Jika penerapan PSBB berkepanjangan sampai ke kuartal IV-2020, maka resesi adalah sebuah keniscayaan.

“Skenario di mana Indonesia mengalami resesi bisa terwujud jika terjadi lonjakan jumlah kasus yang menyebabkan pemerintah kembali menerapkan PSBB yang lebih ketat pada kuartal III dan IV. Ekonomi sulit untuk pulih ke level pra-pandemi sebelum 2021,” tulis laporan Bank Dunia.

Prospek kelesuan ekonomi membuat investor berlomba-lomba mencari pintu keluar dari pasar keuangan Indonesia. Di pasar saham, investor asing membukukan jual bersih Rp 392,21 miliar pada pukul 09:48 WIB. Minimnya arus modal asing ini yang membuat rupiah terlempar ke jalur merah.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan