Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Maklum, mata uang Tanah Air sudah ‘rebahan’ cukup lama dan sekarang saatnya bangkit.

Pada Rabu (19/8/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.700 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,88% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan depresiasi 0,75%. Berada di Rp 14.830/US$, rupiah menyentuh posisi terlemah sejak pertengahan Mei.

Pelemahan kemarin membuat rantai depresiasi rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam semakin panjang. Tidak main-main, rupiah sudah melemah dalam tujuh hari perdagangan beruntun. Dalam periode tersebut, rupiah ambles 2,13%.

Namun, koreksi yang sudah sangat dalam itu membuat rupiah punya peluang untuk mencatatkan technical rebound. Rupiah yang sudah kelewat ‘murah’ menjadi menarik di mata investor, sehingga terjadi aksi borong. Hasilnya, rupiah menguat pagi ini.

Meski begitu, tren pelemahan rupiah tidak bisa dikesampingkan. Selepas kuartal II-2020, rupiah cenderung melemah dan bahkan menjadi yang terlemah di Asia. Sejak akhir kuartal II hingga kemarin, rupiah melemah lebih dari 4% di hadapan greenback.

Sepertinya rupiah sedang menjalani masa konsolidasi. Sebab mata uang Ibu Pertiwi sudah menguat kebangetan pada kuartal II. Kala itu, apresiasi rupiah mencapai belasan persen. Tidak ada mata uang Asia yang bisa mendekati apalagi menyamai.

Rupiah yang sudah terlalu ngegas pada kuartal II kini mencoba menstabilkan diri. Sejauh ini, depresiasi yang terjadi bahkan belum separuh dari penguatan tajam pada kuartal II.

Saat rupiah mengalami tekanan dahsyat pada akhir kuartal I hingga awal kuartal II, sampai menembus level Rp 16.000/US$ (terlemah sejak krisis 1998), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut bahwa rupiah bisa kembali menguat ke kisaran Rp 15.000/US$ pada akhir tahun. Walau Perry tidak menyebut secara gamblang, tetapi angka tersebut bisa menjadi indikasi bahwa nilai fundamental rupiah memang di kisaran itu.

Saat ini rupiah masih berada di bawah level Rp 15.000/US$. Betul rupiah memang sedang dalam tren melemah, tetapi sepanjang masih tidak terlalu jauh dari kisaran Rp 15.000/US$, rasanya BI masih akan ‘merestui’.
Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan