Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Kamis (13/8/20) ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,10% di level 5.238,54 setelah sempat jatuh ke zona morah di level terendahnya terkoreksi 0,28%.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 36 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 6,8 triliun. Terpantau 165 saham terapresiasi, 212 terkoreksi, sisanya 163 stagnan.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan jual bersih sebesar Rp 137 miliar dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 50 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII) dengan beli bersih sebesar Rp 50 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 51 miliar.

Sementara itu bursa di kawasan Asiaterpantau bervariatif, Hang Seng Index di Hong Kong turun 0,12%, Nikkei di Jepang terapresiasi 2,04%, sedangkan Indeks STI di Singapura terbang 1,29%.

Hari ini sendiri pelaku pasar masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan apakah akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang akan berakhir hari ini (13/8/20).

Hubungan Amerika dan China terus menjadi perhatian para pelaku pasar. Pertemuan perwakilan kedua negara yang ditargetkan akan dilaksanakan 15 Agustus nanti menjadi hal yang dinanti pelaku pasar.

Pertemuan tersebut tidak hanya akan membahas mengenai hasil implementasi perjanjian kesepakatan tahap pertama saja, namun mereka juga akan membahas untuk mengenal lebih jauh terkait dengan TikTok dan WeChat yang di mana akhir akhir ini Amerika terus menekan dengan keras terhadap kedua aplikasi ini.

China juga mencoba untuk menyelesaikan dengan cara yang baik dengan Amerika terkait dengan alasan larangan aplikasi yang disebabkan adanya alasan keamanan nasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa China sejauh ini tetap konsisten untuk menjalankan implementasi kesepakatan perdagangan tahap pertama.

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada dekat denganarea batas atas, dengan BB yang kembali melebar maka pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi naik.

Untuk merubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 5.252. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 5.187.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 71, yang menunjukkan adanya indikator jenuh beli yang menandakan pergerakan IHSG selanjutnya akan cenderung terdepresiasi.

Indikator pola candlestick shooting star sudah muncul yang menandakan adanya pola reversal alias pembalikan arahini biasanya mengindikasikan akan adanya koreksi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area batas atas, maka pergerakan selanjutnya cenderung bearish atau terkoreksi. Hal ini juga terkonfirmasi dengan munculnya pola shooting star dan RSI yang sudah menandakan jenuh beli.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan