Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/8/2020), melanjutkan tren koreksi lebih dari 1% akibat aksi ambil untung (profit taking) masif merespon tanda-tanda bangkitnya perekonomian Amerika Serikat (AS). Profit taking semakin menggila setelah Rusia mengumumkan telah menemukan vaksin virus corona.

Melansir data Refinitiv harga emas dunia terkoreksi 1,46% ke level US$ 1.887,10/troy ons kembali jebol melewati level psikologisnya 1.900/troy ons setelah kemarin malam, harga emas ambrol 4,3% ke US$ 1.939,37/troy ons di pasar spot.

Level tersebut merupakan yang terendah sejak 30 Juli. Jika dilihat dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons logam mulia ini merosot 8,9%.

Rekor tertinggi tersebut dicapai pada hari Jumat pekan lalu, tetapi di hari itu penurunan emas dimulai. Penyebabnya data tenaga kerja AS yang apik.

Departemen Tenaga Kerja AS hari ini melaporkan tingkat pengangguran di bulan Juli turun tajam menjadi 10,2% dari sebelumnya 11,1%. Selain itu, sepanjang bulan lalu, perekonomian AS kembali menyerap tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang dikenal dengan istilah non-farm payrolls, sebanyak 1,763 juta orang, lebih banyak ketimbang prediksi di Forex Factory sebesar 1,53 juta.

Selain itu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani empat perintah eksekutif pada Sabtu (8/8/2020) waktu setempat atau Minggu (9/8/2020) WIB. Salah satu dari empat perintah eksekutif itu berisi bantuan langsung kepada pengangguran senilai US$ 400 per pekan.

Bantuan senilai US$ 400 per pekan tersebut tentunya akan meningkatkan daya beli warga AS, yang lagi-lagi berpotensi memberikan dampak signifikan ke PDB.

Membaiknya pasar tenaga kerja serta kebijakan bantuan langsung dari Trump membuat harapan perekonomian AS akan segara bangkit, daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi luntur sehingga memicu aksi profit taking.

Aksi profit taking kian menggila setelah media lokal Rusia memberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pemerintahannya telah memberi persetujuan vaksin virus corona yang pertama di dunia.

Praktis penurunan harga emas ini berimbas pada saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor emas yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terpantau harga saham-saham yang bergerak di sektor emas bertumbangan pada pagi hari ini, bahkan berberapa saham sempat turun ke level Auto Reject Bawah (ARB) atau mendekati ARB.

Penurunan saham emas hari ini dipimpin oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang harganya terkoreksi 6,27% ke level Rp 1.795/unit. Bahkan pagi tadi MDKA sempat turun 6,79% menyentuh level ARB. Investor asing sendiri melakukan aksi jual bersih di MDKA sebanyak Rp 12 miliar di pasar reguler.
Di posisi kedua terdapat PT United Tractors Tbk (UNTR) yang terkoreksi 5,25% setelah sempat turun mendekati level ARB-nya. Investor asing juga melakukan aksi jual bersih yang cukup masif di saham ini sebesar Rp 9 miliar. Diketahui UNTR juga memiliki unit bisnis sektor emas melalui anak usahanya Agincourt Resources.

Sedangkan penurunan paling tipis dibukukan oleh PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) yang ‘hanya’ terkoreksi 1,08% ke leve Rp 184/unit.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan