Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia yang melesat sepekan terakhir baru saja menembus level US$ 2.000/troy ons dan terus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan harga emas tersebut membuat harga saham emiten produsen emas yang masuk dalam daftar LQ45 menguat.

Berdasarkan data Refinitiv, emas pada hari ini diperdagangkan di rentang harga US$ 2.057,50/troy ons, yang mematahkan rekor tertinggi sepanjang masa sebelumnya US$ 1.920,3/troy ons yang dicetak nyaris 9 tahun yang lalu, tepatnya pada 6 September 2011. Selama tahun berjalan sendiri emas berhasil terapresiasi sebesar 35,42%.

Kenaikan harga emas dan memecahkan rekor all time high, emiten-emiten yang bergerak di sektor emas yang menjadi konstituen LQ45 juga sukses melesat dan berhasil pulih dari virus corona yang ditunjukkan dengan kinerja harganya berhasil tumbuh secara tahun berjalan (YTD).

Kenaikan terbesar saham yang bergerak di sektor pertambangan emas dibukukan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang secara tahun berjalan berhasil melesat 91,59%.

Saham MDKA sendiri mendapat suntikan positif lain selain pecahnya rekor harga emas yakni MDKA baru saja masuk ke dalam jajaran saham-saham elite yang memiliki likuiditas yang baik dan keuangan perusahaan yang sehat yaitu Indeks LQ45.

Selanjutnya ada PT United Tractors Tbk (UNTR) yang berhasil terbang 11,73% selama tahun berjalan. Diketahui UNTR juga memiliki unit bisnis sektor emas melalui anak usahanya Agincourt Resources.

Sedangkan untuk saham perusahaan pertambangan emas Pelat Merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hanya terdepresiasi tipis sebesar 0,60% tentunya jauh lebih baik daripada indeks LQ45 yang secara tahun berjalan masih terkoreksi 20,87%.

Kenaikan emiten emas sendiri dikarenakan apabila terjadinya ketidakpastian global seperti pandemi, investor akan cenderung memindahkan dana mereka ke komoditas lindung nilai (safe haven) yang dinilai lebih aman. Ini tentunya akan mengerek naik harga emas dan akan meningkatkan profitabilitas perusahaan yang bergerak di sektor emas.
Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan