Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan-Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2020) berpeluang masuk zona hijau setelah perusahaan biotech, Moderna, mengatakan bahwa vaksin coronavirus-nya menghasilkan antibodi pada semua pasien dalam percobaan awal, yang sekaligus mengangkat performa bursa Wall Street AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa kemarin (14/7/2020) IHSG berhasil ditutup di zona hijau kendati terbatas bahkan sempat masuk zona merah di sesi I karena beragam sentimen. IHSG naik sebesar 14,7 poin atau 0,3% ke level 5.079,12 yang sekaligus menjadi harga tertinggi harian pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan catatan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Selasa kemarin mencapai Rp 7,25 triliun, investor asing masih jual bersih (net sell) sebesar Rp 160 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Ada sebanyak 179 saham yang membukukan kenaikan, sementara sebanyak 225 saham turun dan 172 stagnan.

Saham-saham yang mengalami kenaikan di antaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) (33,77%), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) (25,00%), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) (25,00%), sedangkan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) (18,18%) dan PT Indofarma Tbk (INAF) (15,12%).

Saham yang paling banyak dilego asing kemarin adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan jual bersih sebesar Rp 63 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 157 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 105 miliar, PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 30 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 18,25 miliar.

Salah satu sentimen positif IHSG kemarin datang setelah Pfizer (PFE) dan BioNTech (BNTX) mengumumkan bahwa dua dari empat kandidat vaksin yang diselidiki perusahaan menerima penetapan Jalur Cepat dari Administrasi Makanan dan Obat (Food and Drug Administration/FDA) AS.

Sebelumnya perusahaan farmasi AS Gilead Sciences (GILD) mengatakan bahwa remdesivir menunjukkan penurunan risiko kematian yang tajam ketika digunakan untuk mengobati pasien yang menderita virus corona.

Sementara rilis data ekspor dan impor China menunjukkan perekonomian Negeri Panda tumbuh lebih cepat daripada perkiraan juga turut menopang penguatan IHSG. Kantor Administrasi dan Pabean China merilis data Impor China Bulan Juni yang berhasil naik 2,7% jauh lebih baik daripada konsensus yang meramalkan akan terjadi kontraksi 10%.

Sedangkan untuk Ekspor China Bulan Juni juga berhasil naik 0,5%, lagi-lagi rilis data ini lebih baik daripada perkiraan konsensus yang meramalkan ekspor China akan terkontraksi 1,5%.

Sementara sentimen negatif muncul setelah Gubernur California Gavin Newsom menutup kembali aktivitas sosial dan bisnis menyusul lonjakan baru-baru ini dalam kasus coronavirus di negara bagian AS tersebut.

Kabar buruk juga datang dari negara tetangga Singapura yang secara resmi jatuh ke dalam resesi hari ini.

Secara kuartal ke kuartal (qtq), ekonomi negeri Singa berkontraksi 41,2%. Sementara secara tahunan (YoY), ekonomi minus 12,6%. Ini menjadi angka kuartalan terburuk untuk produk domestik bruto (PDB) negara itu. Bahkan sejak negara itu merdeka sejak 1965.

Hal ini membuat negara itu memasuki resesi untuk pertama kalinya sejak 2009. Resesi sendiri biasanya diartikan sebagai kontraksi berturut-turut dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Sementara dari bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang menjadi barometer atau acuan bursa saham global pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (Rabu pagi waktu Indonesia) ditutup menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 556,79 poin atau 2,1% menjadi 26.642,59, S&P 500 menguat 42,30 poin atau 1,3% menjadi 3.197,53, sementara indeks Nasdaq ditutup naik 97,73 poin atau 0,9% menjadi 10.488,58.

Lonjakan Wall Street terdorong setelah Moderna mengatakan vaksin coronavirus-nya menghasilkan antibodi pada semua pasien dalam percobaan awal, meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Vaksin potensial Moderna untuk mencegah Covid-19 menghasilkan respons kekebalan “kuat”, atau menetralkan antibodi, pada semua 45 pasien dalam uji coba tahap awal pada manusia, menurut data yang baru dirilis yang diterbitkan pada Selasa malam di New England Journal of Medicine.

Pada catatan pukul 07:55 WIB, kontrak berjangka (futures) indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,96% pada 26.745, sedangkan S&P 500 menguat 0,80% menjadi 3.209 dan Nasdaq Composite 100 melambung 0,65% pada 10.715.

Pada perdagangan pagi ini Rabu (15/7/2020) lonjakan bursa Wall Street kemungkinan menjadi daya dorong IHSG untuk melenggang ke zona hijau.

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area resistance, dengan garis BB yang menyempit maka, pergerakan selanjutnya cenderung menguat terbatas.

Untuk melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya, perlu melewati level resistance selanjutnya yang berada di area 5.090 hingga area 5.120. Sementara untuk merubah bias menjadi bearish perlu melewati level support yang berada di area 5.060 hingga area 5.030.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) yang menggunakan pergerakan rata-rata untuk menentukan momentum, dengan garis MA yang mencoba berpotongan ke atas di wilayah positif, maka kecenderungan pergerakan untuk naik atau menguat.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 63, dengan garis yang menunjukkan pergerakan naik, artinya tekanan beli masih cukup kuat, sehingga masih berpeluang naik meskipun sudah berada di area jenuh beli atau overbought.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area resistance, dengan garis BB yang menyempit maka pergerakan selanjutnya cenderung menguat terbatas.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan