A man in a business building is reflected on an electronic stock quotation board outside a brokerage in Tokyo, Japan, October 11, 2018.  REUTERS/Kim Kyung-HoonPT Equityworld Futures Medan- Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan Selasa (23/6/2020) terpantau mayoritas berada di zona hijau.

Sentimen negatif untuk bursa Benua Kuning pada hari ini masih seputar ketakutan para pelaku pasar akan terjadinya gelombang kedua virus corona akan tetapi kemungkinan tidak akan terjadinya lockdown dalam skala besar berhasil menenangkan para pelaku pasar.

“Investor coba melakukan kalibrasi antara peningkatan kasus corona dan data ekonomi yang membaik. Hasilnya, mungkin akan ada pengetatan sosial distancing, atau reclosing, tetapi parsial saja,” kata Art Hogan, Strategist di National Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Penutupan parsial atau mini-lockdown adalah pemberlakuan social distancing hanya di daerah lingkup tertentu yang mencatatkan penambahan kasus corona dalam jumlah signifikan. Contohnya di Beijing, kala muncul kluster penyebaran baru dari sebuah pasar tradisional, hanya 11 kawasan yang diberlakukan lockdown dengan penjagaan ketat aparat selama 24 jam. Tidak seluruh Kota Beijing yang ‘dikunci’.

Langkah ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak virus corona hanya di zona merah, sehingga penanganan bisa lebih fokus. Sementara di daerah lain, aktivitas masyarakat tetap berjalan sehingga roda ekonomi terus berputar. Dengan demikian, harapan pemulihan ekonomi tetap terjaga walau tidak setinggi sebelumnya.

Di Jepang, Indeks Nikkei berhasil terbang 0,82% jelang rilis data Purchasing Managers Index Manufaktur bulan Juni (PMI) oleh Nomura, bulan lalu sendiri PMI manufaktur Jepang tercatat di angka 38,4.

PMI bidang jasa bulan Juni juga akan dirilis oleh Markit, bulan lalu PMI Jasa di Jepang tercatat di angka 26,5. PMI menggunakan angka 50 sebagai titik awal. Angka di bawah 50 berarti industri masih terkontraksi, belum ada ekspansi.

Bank of Japan sebagai bank sentral Negara Matahari Terbit juga akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Mei, bulan lalu Jepang mencatatkan deflasi sebesar 0,1% yang berarti daya beli masyarakat Jepang kurun akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu di Korea Selatan, Indeks Kospi berhasil menanjak 0,54% setelah rilis data Bank of Korea yang menunjukkan terjadinya kontraksi Indeks Harga Produsen bulan Mei (PPI) sebesar 1,7% bulan lalu juga terjadi kontraksi PPI sebesar 1,7%.

Di Singapura indeks STI naik 0,11% jelang rilis Indeks Harga Konsumen bulan Mei oleh Departemen Statistik Hong Singapura. Bulan lalu sendiri menunjukkan terjadinya deflasi sebesar 0,7% yang menunjukkan daya beli masyarakat Singapura belum menunjukkan adanya perbaikan.

Di negara lain di Asia seperti China Daratan indeks SSE berhasil terapresiasi 0,17% sedangkan di wilayah administratifnya Hong Kong indeks Hang Seng terpantau naik sebesar 0,75%. Otomatis hanya dari dalam negeri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau mengalami depresiasi yaitu sebesar 0,13% ke level 4.912,28. Penurunan di bursa lokal terjadi setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi Indonesia bisa jatuh ke jurang resesi.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan