FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)PT Equityworld Futures Medan-Perusahaan Farmasi Inggris AstraZenecamenyebut calon vaksin Covid-19 yang dkembangkan dengan Universitas Oxford sedang dibidik oleh beberapa negara. Diantaranya Jepang, Rusia, Brasil dan China yang bernegosiasi untuk mendapatkan vaksin ini jika berhasil dikembangkan.

Kandidat vaksin Covid-19 ini diberi nama AZD1222. Vaksin ini masih dalam uji klinis dan jika hasil uji coba meyakinkan regulator bahwa vaksin itu aman dan efektif, pengiriman akan dimulai pada akhir tahun 2020.
Chief Executive Officer (CEO) AstraZeneca PLC, perusahaan farmasi Inggris, mengungkapkan bahwa vaksin coronavirus potensial yang tengah dikembangkan perusahaan kemungkinan akan memberikan perlindungan terhadap tertularnya virus Covid-19 selama sekitar satu tahun.

“Kami pikir itu [vaksin] akan melindungi selama sekitar satu tahun,” kata CEO AstraZeneca, Pascal Soriot kepada penyiar Bel RTL, stasiun radio Belgia, dilansir CNBC International, seperti dikutip Senin (22/6/2020).

“Jika semuanya berjalan dengan baik, kami akan mendapatkan hasil uji klinis pada Agustus atau September. Kami memproduksi secara paralel. Kami akan siap mengirimkan mulai Oktober jika semuanya berjalan dengan baik,” kata Soriot.

Sebelumnya, manajemen AstraZeneca menegaskan berencana memproduksi 2 miliar dosis vaksin virus corona (Covid-19), termasuk 400 juta untuk AS dan Inggris, serta 1 miliar untuk masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Melalui telepon kepada CNBC International, Soriot mengatakan perusahaan berencana mulai mendistribusikan vaksin ke AS dan Inggris pada September atau Oktober mendatang, dengan kesiapan pengiriman secara stabil pada awal 2021.

AstraZeneca mengatakan telah menandatangani perjanjian lisensi dengan Serum Institute of India untuk mengirim 1 miliar dosis kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 400 juta di antaranya akan dikirimkan pada akhir tahun 2020.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan