FILE PHOTO: Saudi Aramco's Ras Tanura oil refinery and oil terminal in Saudi Arabia, May 21, 2018. REUTERS/Ahmed Jadallah/File PhotoPT Equityworld Futures Medan-Harga minyak mentah untuk kontrak yang ramai ditransaksikan naik di awal perdagangan pada hari Selasa (2/5/2020) jelang pertemuan para kartel minyak yang terdiri dari Arab Saudi, Rusia & koleganya (OPEC+) yang dijadwalkan akhir pekan ini.

Pada 08.35 WIB, harga minyak mentah acuan internasional Brent berjangka naik 0,3%, atau 12 sen, menjadi US$ 38,44/barel. Di saat yang sama, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka diperdagangkan naik 0,3% atau 9 sen menjadi US$ 35,53/barel.
Di sepanjang Mei, harga Brent melonjak sampai 39,81%. Ini merupakan kenaikan bulanan tertinggi sejak Maret 1999. Harga light sweet bahkan naik lebih tinggi lagi dengan kenaikan sebesar 88,37% dan menjadi kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah.

Kenaikan harga minyak dipicu oleh pemotongan pasokan minyak OPEC+. Walau harga minyak mentah sudah naik fantastis di bulan Mei, tetapi harga si emas hitam masih turun sekitar 40% sejak awal tahun.
OPEC+ saat ini sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang penurunan produksi mereka sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd), atau sekitar 10% dari output global, untuk bulan Juli atau Agustus, pada pertemuan online yang kemungkinan diadakan pada 4 Juni.

OPEC dan Rusia saat ini sedang mendiskusikan langkah ke depan untuk tetap mendongkrak harga minyak, menurut tiga sumber OPEC +, mengutip Reuters. Alih-alih mengurangi pengurangan produksi pada Juli, Arab Saudi selaku pemimpin de-facto OPEC justru mengusulkan untuk mempertahankan pemangkasan output sampai akhir tahun, menurut sumber dari OPEC+, melansir Reuters.

Namun, proposal tersebut belum mendapatkan dukungan dari Rusia, yang percaya pembatasan dapat dikurangi secara bertahap. “Ini adalah proposal sekarang, tetapi belum difinalisasi,” kata salah satu sumber OPEC+ tentang perpanjangan 1-2 bulan pemangkasan ini.

“Ini untuk satu atau dua bulan, bukan untuk setengah tahun,” kata seorang dari Rusia. Sumber OPEC+ lain mengatakan ada dukungan untuk proposal Rusia untuk perpanjangan satu bulan, tetapi “kami masih belum memiliki konsensus mengenai hal itu”.

Pengurangan produksi dari OPEC+, dikombinasikan dengan rekor penurunan output dari negara non-anggota seperti Amerika Serikat dan Kanada, telah membantu mengangkat harga minyak.

“Selama komitmen dan kepatuhan OPEC+ saat ini untuk pemulihan harga tetap dijaga, harga minyak dapat stabil pada kisaran yang lebih tinggi,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di AxiCorp, melansir Reuters.

Penurunan stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang turun menjadi 54,3 juta barel dalam sepekan hingga 29 Mei, juga mendukung kenaikan harga, kata para pedagang, mengutip laporan Genscape pada Senin.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan